Lestarikan Budaya Banjar, Ini Komitmen Dewan Adat Kalimantan
Dewan Adat Kalimantan (DAK) menunjukkan komitmen yang kuat dan berkelanjutan dalam upaya pelestarian Budaya Banjar yang kaya akan nilai sejarah, tradisi lisan, seni pertunjukan, dan kearifan lokal yang unik. Sebagai representasi tertinggi dari masyarakat adat di seluruh wilayah Kalimantan, DAK menyadari sepenuhnya betapa pentingnya menjaga dan mewariskan warisan budaya yang tak ternilai harganya ini agar tidak tergerus oleh arus modernisasi dan perkembangan zaman yang pesat. Berbagai program strategis dan inisiatif yang inovatif telah dan akan terus digalakkan secara sistematis.
Salah satu fokus utama dan mendasar dari DAK adalah revitalisasi dan penguatan penggunaan bahasa Banjar yang merupakan fondasi utama identitas kultural masyarakatnya. Upaya konkret dalam bidang ini meliputi pemberian dukungan penuh terhadap pendidikan bahasa Banjar di berbagai jenjang sekolah, penyelenggaraan beragam kegiatan yang mendorong penggunaan aktif bahasa Banjar dalam kehidupan sehari-hari, serta inisiatif penting dalam dokumentasi dan publikasi karya sastra klasik dan modern serta tradisi lisan Budaya Banjar yang kaya.
Selain pelestarian bahasa, DAK juga sangat aktif dalam upaya melestarikan berbagai aspek seni dan tradisi adiluhung Budaya Banjar. Dukungan nyata diberikan kepada para seniman dan pengrajin lokal yang berdedikasi, serta penyelenggaraan festival-festival budaya yang menampilkan keindahan tarian tradisional, alunan musik khas Banjar, serta keunikan kerajinan tangan yang memiliki nilai seni tinggi. Tujuan utama dari upaya ini adalah untuk menjaga keberlangsungan praktik budaya ini di tengah-tengah masyarakat, terutama generasi muda.
DAK menyadari sepenuhnya bahwa upaya pelestarian budaya yang komprehensif memerlukan kolaborasi yang erat dan sinergis dari berbagai pihak terkait. Oleh karena itu, DAK sangat terbuka untuk menjalin kerja sama yang konstruktif dengan pemerintah daerah di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, lembaga-lembaga pendidikan formal dan non-formal, berbagai organisasi masyarakat sipil yang peduli terhadap budaya, serta para tokoh adat dan budayawan Banjar yang memiliki otoritas dan pengetahuan mendalam. Komitmen bersama yang kuat ini diharapkan dapat secara signifikan memperkuat upaya pelestarian Budaya Banjar yang berkelanjutan untuk diwariskan kepada generasi mendatang.
