Jalur Lintas Sumatra dikenal sebagai salah satu rute paling menantang bagi para pengemudi kendaraan logistik di Indonesia. Selain medan jalan yang berkelok dan hutan yang lebat, keberadaan Begal menjadi momok yang paling menakutkan bagi para sopir truk yang melintas di malam hari. Seorang sopir senior baru-baru ini membagikan kisah mencekamnya saat harus berhadapan dengan sekelompok orang bersenjata yang mencoba menghentikan kendaraannya di area yang sangat terpencil dan minim penerangan.
Menurut kesaksian para pengemudi, modus operandi yang digunakan oleh para Begal di jalur ini sangat beragam, mulai dari menebar paku hingga meletakkan batang pohon di tengah jalan. Mereka biasanya beraksi dalam kegelapan dan mengincar truk-truk yang bermuatan barang berharga atau membawa uang operasional dalam jumlah besar. Keberanian para pelaku ini seringkali membuat para sopir terpaksa memacu kendaraannya lebih cepat meski berisiko mengalami kecelakaan demi menghindari kepungan massa.
Pengalaman bertemu dengan Begal di Jalur Lintas Sumatra bukan hanya soal kehilangan harta benda, tetapi juga menyangkut nyawa. Banyak sopir yang akhirnya memilih untuk melakukan perjalanan secara berombongan atau konvoi guna meminimalisir risiko serangan. Kehadiran pos polisi yang jaraknya berjauhan di sepanjang jalan nasional ini menjadi kendala tersendiri dalam memberikan perlindungan maksimal bagi para pejuang logistik yang mendistribusikan kebutuhan pangan antarprovinsi.
Pihak kepolisian sebenarnya telah berupaya meningkatkan pengamanan dengan melakukan patroli rutin di titik-titik rawan. Namun, luasnya wilayah dan banyaknya jalur “tikus” membuat para Begal seringkali berhasil lolos dari kejaran petugas setelah melancarkan aksinya. Masyarakat dan pengguna jalan berharap agar pemerintah segera memperbanyak lampu jalan dan memperkuat koordinasi keamanan di sepanjang rute strategis ini agar aktivitas ekonomi tidak terganggu oleh aksi kriminalitas.
Cerita-cerita tentang keganasan Begal di Sumatra ini terus menjadi pembicaraan di kalangan komunitas sopir truk di media sosial. Hal ini menjadi pengingat bagi siapa saja yang ingin melintasi jalur tersebut untuk selalu mempersiapkan fisik, mental, dan kondisi kendaraan yang prima. Keamanan jalur logistik nasional harus menjadi perhatian serius pemerintah, karena kelancaran distribusi barang sangat bergantung pada rasa aman para pengemudi yang bekerja siang dan malam di jalanan.
